Perjalanan Kehidupan di Alam Barzah
MENUTUR AGAMA DARI ATAS MIMBAR Hal-14
Perjalanan Kehidupan Di Alam Barzah
Oleh : Hasri Aini Lubis / email hasriaini217@gmail.com
Nim : 1920100128
Mahasiswa PAI, FTIK, IAIN Padang Sidimpuan
Kehidupan di alam barzah tidak pernah terasa karena sangat cepat. Begitu si Mayit dimasukkan kedalam kubur ia merasa seperti bayi yang baru lahir dan menilai seakan-akan kehidupan dunia itu adalah mimpi. Begitu dibangkitkan, masuk alam akhirat , semua juga merasa bahwa kehidupan barzah bagaikan mimpi. Artinya, kehidupan akhirat lebih nyata dari kehidupan barzah dan kehidupan barzah lebih nyata dari kehdupan dunia. Seprti Firman Allah SWT dalam Q.S Yasin/32: 52
قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ
Artinya, Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang
membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang
dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul
(Nya).
Ayat di atas menggambarkan pera
Di alam ini, manusia akan menerima balasan atas amal yang dilakukannya selama di dunia. Bila buruk, akan mendapatkan siksa, demikian sebaliknya. Kebaikan yang dijalani sepanjang hayatnya kelak berbuah manis di barzah. Keyakinan akan siksa dan nikmat kubur serta keberadaan alam barzah merupakan bagian akidah utama dalam Islam yang harus diimani. Terlebih, banyak terdapat teks, baik Alquran, hadis, maupun riwayat salaf yang menjadi dasar keniscayaan perkara tersebut.
Kemudahan bagi orang yang beriman saat menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh dua malaikat, Munkar dan Nakir.Penegasan itu termaktub dalam ayat,
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki." (QS Ibrahim [14]: 27).[2]
يُثَبِّتُ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِۚ وَيُضِلُّ اللّٰهُ الظّٰلِمِيْنَۗ وَيَفْعَلُ اللّٰهُ مَا يَشَاۤءُ
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”.
Kehidupan manusia itu terbagi menjadi empat fase yang harus dilalui. Pertama, fase di dalam kandungan (rahim). Kedua, fase di alam dunia, di sini manusia dilahirkan bertumbuh dan berkembang. Tempat ini sebagai penentuan amal baik ataupun amal buruk seseorang. Ketiga alam barzakh atau alam kubur, yaitu alam di mana manusia sudah meninggal sebelum dibangkitkan kembali setelah hari kiamat, dan di alam sana juga terdapat azab dan nikmat kubur. Keempat yaitu alam akhirat, di mana semua manusia yang telah mati setelah hari kiamat terjadi akan dibangkitkan kembali untuk diminta pertanggung jawabannya. Di alam yang ketiga yakni alam barzakh, ini. Merupakan awal kehidupan yang hakiki bagi manusia. Karena setiap perbuatan yang dilakukan di dunia akan diperlihatkan dan diperanggungjawabkan di alam ini. Ada orang yang mendapatkan nikmat kubur dan ada juga orang yang mendapatkan siksa kubur.[3]
Footnote:
1. Dr. Sehat Sultoni Dalimunthe, M.A, Perjalanan Kehidupan di Alam Barzah (Yogyakarta: Dipublish, 2017),hal 14.
2. Al- Baihaqi,dalam kitab yang berjudul Itsbat 'Adzab al- Qabr wa Dual al-Malakain pada Sya'ban 384 H.
3. Khalid bin Abdurrahman asy-Syayi', Perjalanan Ruh Setelah Kematian. ( Indonesia, Darul Haq, Haq. Mei 2016) hal 7.